Cara Agar Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa

Air putih menjadi alternatif paling baik untuk membuat tubuh terhidrasi. Namun, selama menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak diberi asupan H20 seharian, sehingga perlu asupan tambahan agar cairan dalam tubuh tercukupi.

Ada banyak makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk menjaga tubuh agar tetap segar dan terhidrasi sepanjang hari. Jika Anda merasa bosan dengan air putih, berikut delapan cara agar tubuh tetap terhidrasi, terutama selama menjalankan ibadah puasa, seperti dikutip dari Gulf News.

1. Makan semangka
Semangka terdiri dari 92 persen air, dan 8 persen buah. Cairan yang ditemukan dalam semangka meliputi garam, kalsium dan magnesium, yang merupakan komponen sempurna untuk melembabkan kembali tubuh setelah satu hari berpuasa. Semangka bisa dibuat jus atau dipotong-potong dan langsung dikonsumsi.

2. Minum susu
Susu bisa menjadi alternatif selain air putih untuk membuat tubuh terhidrasi. Susu bisa dikonsumsi bersama dengan sereal saat berbuka puasa. Kandungan kalsium dalam susu sangat bermanfaat agi tubuh Anda. Susu rendah lemak atau susu coklat lebih disarankan untuk menjaga tubuh terhidrasi sepanjang hari. Minuman ini juga bisa membantu pemulihan setelah berolahraga.

3. Makan sup waktu berbuka
Sup adalah makanan berbuka yang pas untuk berbuka karena selain mengandung air, juga sehat dan bergizi. Makanan ini mampu meningkatkan asupan cairan dan mengambalikan energi Anda setelah seharian berpuasa.

4. Konsumsi smoothie
Pilih beberapa buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, semangka, apel, nanas, lalu buatlah smotthie. Alih-alih menambahkan yogurt atau susu, cobalah menambahkan air dan es sebagai gantinya. Ini akan membuat Anda terhidrasi dan kenyang lebih lama. Buat smoothie dalam jumlah banyak, sehingga Anda bisa mengonsumsinya saat sahur dan berbuka.

5. Hindari makanan asin
Menghindari makanan asin rasanya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, Anda harus berusaha melakukannya karena kandungan garam dalam makanan asin akan menguras cairan dalam tubuh Anda lebih cepat. Tubuh biasanya hanya membutuhkan sedikit kandungan garam, yang bisa didapat secara alami dari beberapa jenis buah dan sayur. Jadi, cobalah untuk menghindari gorengan seperti kentang goreng, ayam goreng, lalu gantilah dengan sayur dan buah-buahan.

6. Salad bisa jadi pilihan
Jika Anda tidak terlalu menyukai sup, Anda bisa membuat salad untuk berbuka atau sahur. Utamakan selada ada dalam campuran salad Anda, karena selada mengandung 96 persen air. Selada menjadi pilihan tepat jika Anda ingin melembabkan tubuh Anda kembali. Tambahkan sayuran lain seperti mentimun dan tomat yang juga mengandung banyak air.

7. Hidrasi tubuh dari luar
Setelah Anda mengonsumsi makanan dan minuman di atas, Anda juga perlu melembabkan tubuh dari luar. Pastikan Anda melembabkan kulit agar tetap segar dan terhidrasi. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah setelah mandi dan sebelum tidur. Jangan lupa untuk memakai tabir surya jika Anda harus berkegiatan di luar pada siang hari.

8. Jangan terlalu sering mencuci muka
Mungkin Anda berpikir dengan mencuci muka, kulit Anda menjadi lembab karena tersentuh air. Hal itu mungkin benar jika Anda tidak terlalu sering mencuci muka, karena mencuci muka menghilangkan minyak alami yang diproduksi kulit dan malah membuat kuit semakin kering. Jika Anda sering mencuci muka, pastikan sering menggunakan pelembab agar kulit tetap lembab dan segar.

sumber : https://tirto.id/cara-agar-tubuh-tetap-terhidrasi-selama-puasa-cqbA

Jangan Habiskan Waktu Libur dengan Tidur, Ini Efeknya pada Jantung

https://i1.wp.com/assets.kompas.com/crop/0x42:796x440/780x390/data/photo/2017/06/06/292674579.jpgKOMPAS.com – Anda biasa bangun lebih siang di akhir pekan karena ingin “balas dendam” waktu tidur yang kurang akibat lembur? Bila iya, Anda perlu berpikir dua kali untuk tidur lebih lama di akhir pekan.

Berdasarkan studi terbaru dari Online Suplement of The Journal Sleep, kebiasaan tidur berlama-lama saat akhir pekan bisa menyebabkan social jet lag, kondisi yang berdampak pada menurunnya kesehatan, mood, dan stamina yang buruk.

Peneliti menemukan setiap jam tidur di luar rutinitas tidurdapat meningkatkan risiko penyakit jantung sampai 11 persen.

Peneliti dari Universitas Arizona, Sierra B. Forbush, mengatakan bahwa tidur yang teratur memiliki peran signifikan pada kesehatan.

“Jadwal tidur yang teratur mungkin bisa menjadi salah satu pencegahan penyakit jantung yang efektif, relatif sederhana dan murah,” kata Forbush.

Studi yang dilakukan Forbush itu mengambil sampel 984 orang dewasa yang diwawancara seputar rutinitas tidur, diet dan lingkungan sekitar.

Penelitian lain dari The Nurses Health Study juga menunjukkan soal efek buruk kelamaan tidur. Namun, masalah ini lebih banyak terjadi pada wanita. Mereka yang tidur 9-11 jam setiap malam lebih mungkin mengalami penyakit jantung koroner 38 persen lebih tinggi dibanding dengan yang tidur 8 jam.

Penulis Kahfi Dirga Cahya
EditorLusia Kus Anna
Sumbernytimes.com