Aksi Demian di America’s Got Talent dan Risiko Escape Artist

Demian Aditya memperkenalkan diri sebagai Escape Artist di depan Simon Cowell, Heidi Klum, Mel B, dan Howie Mandel. Istilah itu biasa digunakan untuk para pesulap yang biasa melakukan trik meloloskan diri dari kekangan atau bahkan kematian. Trik yang dipertontonkan Demian di depan panel juri America’s Got Talent (AGT) membuat para penonton terperangah keheranan.

Ia berbaring dengan leher, pinggang, dan kakinya dikekang di dalam sebuah peti kaca yang bisa disaksikan penonton dari luar. Sebelumnya, kedua tangannya ia borgol sendiri terlebih dulu. Di atas Demian, sebuah kotak penuh pasir terpasang. Pasir itu terus jatuh sedikit demi sedikit sebelum akhirnya akan menimpa Demian, jika ia tak berhasil melepaskan diri dalam waktu dua menit. Nyawanya dipertaruhkan dalam aksi itu.

Risikonya lumayan tinggi: kalau tak mati tertimpa pasir seberat 900 pound atau sekitar 409 kilogram, partikel-partikel pasir yang kecil dan tajam itu bisa saja masuk ke saluran pernapasannya dan jadi penyakit di dalam paru-paru. Namun, kalau tak mengambil risiko sebesar itu, penampilan Demian mungkin tak berhasil mencuri perhatian para juri.

Dalam video empat menitan yang merekam aksi itu, kegelisahan penonton tergambar jelas selama Demian melakukan aksinya. Sara Wijayanto, sang istri bahkan sesekali berteriak dari sisi panggung bersama Tyra Banks, sang pembawa acara. Tampang tegang para juri juga jadi hiburan bagi penonton di rumah.

Situasi makin tegang ketika kelihatannya gembok di bagian leher Demian tersangkut dan tak mau lepas, sampai akhirnya pasir jatuh menimpanya. Howie Mandel sempat berdiri dan bertanya apakah kejadian itu termasuk kesalahan teknis. Yang lain juga tegang di tempatnya, berpikiran hal sama: “apakah pasir yang jatuh menimpanya adalah bagian pertunjukan Demian?”

Di saat yang sama dua orang asistennya—memakai pakaian serba hitam, dari topi hingga sepatu—naik ke atas panggung dengan gelagat panik. Satu di antaranya berjalan ke belakang kotak, mengambil palu dan memecahkan kaca di tumpukan pasir itu. Asisten yang memecahkan kaca itu lalu berbalik menghadap penonton, melempar palu ke lantai, dan melepas topinya. Ternyata dia adalah Demian.

Para juri masih ternganga, sementara riuh sorakan penonton membahana di penjuru studio. Video yang dirilis 30 Mei kemarin itu viral dan telah ditonton hingga lebih dari 15 juta kali. Di YouTube Indonesia, ia menempati trending pertama selama beberapa hari terakhir. Media Indonesia juga ramai-ramai mengapresiasi aksi internasional Demian.

Namun sayang, tak semua buah yang jatuh dari pohon yang sama terasa manis. Reaksi terhadap aksi Demian juga tak semuanya bernada positif. Di kolom komentarnya yang menembus angka 46 ribu, sebagian orang Indonesia menganggap perayaan aksi Demian terlalu berlebihan, aksinya biasa saja, bahkan ada yang menjabarkan rahasia trik tersebut. Yang lebih parah, ada komentar sinis tentang kekhawatiran Sara yang dianggap hanya sandiwara belaka.

Desta, pembawa acara Tonight Show tak segan-segan langsung melempar pertanyaan itu ke Sara ketika bertamu ke acaranya. “Tapi itu berarti lo akting dong kan, Sara? Cemas beneran?”

Sara dengan tenang menjelaskan mengapa ia begitu cemas atas aksi suaminya. Ia, sebagai orang terdekat Demian, tahu berapa kali latihan yang harus dilakukan sang Escape Artist untuk bisa mulus menjalankan aksi tersebut. Ia juga tahu berapa kali kegagalan yang sudah dihadapi Demian dalam persiapannya. Di sejumlah gelar wicara lain, Sara juga menjelaskan tentang risiko yang dihadapi suaminya. Termasuk risiko kematian yang kurang dihargai para haters.

Argumen Sara benar. Di Indonesia, profesi Escape Artist memang bukan sesuatu yang populer. Nama mereka yang dikenal luas lewat profesi ini juga tak sebanyak pekerja lain di dunia hiburan.

Deddy Corbuizer, seorang pembawa acara yang dikenal karena kiprahnya di dunia sulap Indonesia juga punya komentar serupa. “You know what, salah satu alasan saya berhenti main sulap itu because of that (nyinyiran dan cemoohan negatif tentang trik-trik pesulap),” kata Deddy. “Because, there is no hope for Indonesian magician (Karena, tak ada harapan untuk pesulap Indonesia).” Ia juga menyayangkan komentar-komentar negatif yang muncul atas aksi Demian di AGT.

Padahal seorang pesulap dituntut harus kreatif dan cermat dalam setiap pertunjukan. Bahkan seorang Escape Artist tak jarang harus memainkan aksi yang bisa mengancam nyawanya. Salah satu yang paling terkenal dan belum tergantikan hingga kini adalah Harry Houdini. Bahkan menurut Edwin Dawes, sejarawan khusus dunia sulap, dalam bukunya The Great Illusionist, Houdini adalah figur yang mendalangi tenarnya eskapologi (sebutan untuk trik sulap meloloskan diri), sebagai salah satu cabang sulap.

Namun, saat Houdini mendedikasikan kariernya mengeksplorasi berbagai jenis trik sulap meloloskan diri sejak 1891 hingga 1926, saat itu istilah escapologist atau eskapologi belum dikenal. Ia baru mulai digunakan lebih luas ketika pesulap Australia Norman Murray menggunakan nama panggung Murray si Escapologist pada 1930.

Sumber

Advertisements

Mengenang Yap Tjwan Bing, Tokoh Nasional asal Solo

https://i2.wp.com/assets.kompas.com/data/photo/2017/01/28/1420238yap-tjwan-bing-3780x390.jpgSOLO, KOMPAS.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 di Solo berlangsung meriah. Ribuan lampion dan pesta kembang api menghiasi langit Kota Solo.

Tahun ayam menjadi penanda tahun baru Imlek kali ini dalam kepercayaan warga Tionghoa untuk menjalani setahun ke dapan.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Solo, warga mengenang tokoh nasional asal Solo berdarah Tionghoa, Yap Tjwan Bing yang dijadikan nama jalan di Kota Solo, tepatnya di Kampung Jagalan, Jebres, yakni Jalan Drs Yap Tjwan Bing.

Tjwan Bing lahir pada tanggal 31 Oktober 1910 di Kota Solo. Pemuda Tionghoa asal Solo tersebut menyandang sarjana farmasi dari universitas di Amsterdam pada tahun 1939.

Setelah lulus, Yap pulang ke Tanah Air dan mendirikan apotek di Bandung.

Saat masa perjuangan merebut kemerdekaan RI, Yap bersama Soekarno dan Hatta terjun dalam pergerakan nasional.

“Saya sendiri tidak mengenal sosok langsung Yap Tjwan Bing, namun saya sering berbagi cerita dengan anak-anaknya dan juga dari sejarah kemerdekaan. Meski keturunan Tionghoa, beliau menunjukkan komitmen dan perjuangan tanpa memandang suku agama atau ras saat itu. Untuk Indonesia dirinya total dan pokoknya 100 persen Indonesia,” kata Sumartono Hadinoto, ketua Panitia Imlek Solo 2017.

Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat di Solo, menegaskan bahwa saat ini keteladanan Yap Tjwan Bing bagi warga Tionghoa di Solo adalah kebersamaan dan toleransi. Seratus persen Indonesia yang ditunjukkan Yap adalah konkret dan riil serta bisa diteladani untuk memajukan Kota Solo, bahkan Indonesia.

“Saat ini harus disadari bahwa dengan kemajuan teknologi, tidak akan ada lagi yang bisa 100 persen murni Tionghoa, pasti akan ada asimilasi alami seiring perjalan waktu. Oleh karena itu, meski masa hidup Yap pada zaman kemerdekaan sudah usai, namun semangat nasionalisme dan menghargai perbedaan akan abadi,” kata Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat Tionghoa di Solo, Sabtu (28/1/2017).

Sumartono berharap warga Solo, khususnya keturunan Tionghoa, selalau mengingat dan menerapkan apa yang sudah dilakukan oleh Yap Tjwan Bing untuk bangsa Indonesia.

Di Kota Solo, semangat tahun baru Imlek juga bernafaskan keragaman dan melibatkan seluruh warga Solo tanpa memandang suku, agama dan ras.

“Tahun baru Imlek memang bukan hanya untuk warga Tionghoa, namun juga harus bisa dirasakan manfaatnya oleh warga lainnya. Oleh karena itu, setiap Imlek kita gandeng pedagang pasar, pedagang kaki lima, dan warga di kampung-kampung. Semuanya untuk mewujudkan kebersamaan yang harmonis,” katanya.

Yap Yjwan Bing adalah satu satunya anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dia turut hadir dalam pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 18 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan, Yap bergabung dalam Partai Nasional Indonesia, partai yang didirikan oleh Bung Karno. Yap menjadi anggota KNIP sekaligus anggota DPR-RIS.

” Yap Tjwan Bing menjadi salah satu kebanggan bangsa Indonesia, khususnya Kota Solo. Satu-satunya keturunan Tionghoa dari Solo yang masuk dalam PPKI. Masa itu sangat penting dalam menentukan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, nama beliau kita abadikan menjadi nama jalan di kampung Jagalan,” kata FX Hadi Rudyatmo, wali kota alikota Solo, Sabtu (28/1/2017).

Hadi menambahkan bahwa sosok Yap sangat penting untuk diteladani pada masa kini.

“(Tahun) lahir saya jauh dari masa beliau, namun keteladanan tentang nasionalisme dan sikap toleransi beliau masih sangat kontekstual pada masa kini. Perjuangan untuk bangsa dan negara tanpa melihat perbedaan sudah beliau lakukan dan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi seluruh bangsa, kemerdekaan Indonesia,” kata Rudy.

Yap Tjwan Bing dikenal sangat dekat dengan Bung Karno. Kegiatan politiknya pada masa itu membuat dirinya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Saat menjadi anggota DPR-RIS, dirinya tinggal di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Pakuningratan, bersamaan dengan perpindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta pada tahun 1946.

Sumber